"Kita masih membutuhkan tambahan pompa sekitar 100 sampai 200 unit," kata Ahmad Toyib.
Mendengar kebutuhan tersebut, Prabowo langsung mengambil langkah untuk menindaklanjutinya. Kepala Negara melakukan komunikasi melalui sambungan telepon di tengah rapat guna memastikan dukungan tambahan dapat segera diberikan.
Langkah tersebut menunjukkan Prabowo ingin kebutuhan petugas di lapangan tidak berhenti sebatas laporan dalam rapat, tetapi segera ditindaklanjuti untuk mempercepat pengendalian karhutla.
Sebelumnya, Ahmad Toyib melaporkan sepanjang 1 Januari hingga 22 Agustus 2026 terdapat 19.992 titik panas atau hotspot di wilayah Kalteng. Pada periode yang sama, tercatat 1.639 kejadian karhutla dengan luas lahan yang telah ditangani mencapai 4.499,21 hektare.
"Data ini berdasarkan laporan harian dari 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah yang setiap hari kami himpun di Pusdalops Satgas Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah," ujar Ahmad Toyib.