Karena itu, Prabowo mengaku bersyukur Indonesia kini memiliki Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara yang bertugas mengelola BUMN dan perusahaan milik negara dengan standar terbaik dunia. Lembaga ini disebut dapat disetarakan dengan sovereign wealth fund (SWF) yang dimiliki berbagai negara.
Menurutnya, Return on Assets (RoA) lembaga tersebut bahkan mengalami peningkatan signifikan sejak berdiri setahun terakhir.
"Jadi Saudara-saudara, premis kita ternyata bener, konsolidasi, satu management dengan rasional, dengan standar-standar terbaik dunia, return on asset saya terima (naik) di atas 300 persen," ujar Prabowo.
Meski demikian, dia menilai RoA Danantara yang saat ini berada di angka sekitar 5 persen masih jauh dari target ideal. Prabowo menyebut perusahaan yang baik umumnya memiliki RoA minimal 10 persen, bahkan bisa mencapai 12 hingga 15 persen.
"Kalau yang bagus 12 persen, yang hebat 15 persen. Kita harus memiliki target yang bagus yaitu 10 persen. Tapi kita mengerti bahwa itu mungkin dalam tahun-tahun pertama belum bisa kita capai," katanya.