Prasetyo menjelaskan, Presiden Prabowo juga memberikan penekanan agar riset-riset yang didanai difokuskan pada beberapa sektor prioritas yakni swasembada pangan, swasembada energi, kemudian menyiapkan industrialisasi dan hilirisasi.
Senada, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto menuturkan, penambahan dana riset merupakan bukti nyata besarnya perhatian Presiden terhadap dunia akademik dan riset.
“Secara khusus tadi kami sampaikan bahwa bapak presiden juga menambah alokasi dana untuk riset dan inovasi seluruh perguruan tinggi itu sampai Rp4 triliun. Itu suatu bukti dan gambaran betapa bapak presiden memberikan amanat yang besar kepada perguruan tinggi kepada seluruh peneliti dan guru besar untuk memiliki kontribusi signifikan bagi kemajuan bangsa,” ujar Brian.
Dia menegaskan, tambahan dana riset berlaku untuk seluruh perguruan tinggi di Indonesia, baik negeri maupun swasta. Terkait fokus penggunaan dana, Brian menjelaskan, riset akan diarahkan untuk mendukung pembangunan industri strategis nasional.
“Sesuai arahan bahwa kita akan membangun cukup banyak industri yang akan di-lokomotifi oleh Danantara mulai dari industri waste to energy, hilirisasi mineral pangan dan sebagainya tadi ada 18 proyek strategis, itu diharapkan perguruan tinggi mem-backup dengan riset yang kuat sehingga kemandirian kita terhadap hilirisasi industri menjadi cukup tinggi,” ucapnya.