Selain itu, terdapat beberapa penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di antaranya kerja sama untuk pembuatan kapal tangkap ikan bagi nelayan-nelayan di Indonesia.
Prasetyo menyebut, dengan luas laut di Indonesia yang sedemikian besar, Indonesia masih membutuhkan puluhan ribu kekurangan kapal tangkap ikan.
"Jadi kita membuka kerja sama dengan siapa pun baik dari dalam negeri maupun luar negeri untuk memperbanyak kita memiliki kapal-kapal tangkap ikan. Sekali lagi ini untuk menggerakkan ekonomi, untuk membantu saudara-saudara kita yang berprofesi sebagai nelayan, sekaligus melindungi potensi kekayaan ikan kita supaya dinikmati oleh bangsa kita sendiri," katanya.
Tak hanya itu, Prasetyo menyebut pada pertemuan akan membicarakan mengenai pendidikan di beberapa universitas di Inggris yang sudah beberapa kali dilakukan penjajakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) untuk kemudian didinamisasi dalam pertemuan besok.