Salah satu langkah yang dilakukan pemerintah adalah memperkuat tata kelola pesantren melalui Kementerian Agama dengan membentuk Direktorat Jenderal Pesantren. Pembentukan direktorat tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pelayanan dan dukungan kelembagaan bagi pendidikan pesantren.
Pemerintah juga ingin memastikan lingkungan pesantren menjadi tempat belajar yang aman dan nyaman bagi para santri. Prasetyo menegaskan, peningkatan kualitas pendidikan perlu disertai dengan pembinaan yang mendukung perkembangan santri.
“Tentunya yang kita harapkan adalah bagaimana seluruh pesantren dapat terus berkembang menjadi lingkungan pendidikan yang baik, aman, nyaman, dan bermartabat bagi para santri. Ini menjadi perhatian kita bersama, dan pemerintah akan terus berupaya melakukan perbaikan serta penguatan yang diperlukan,” katanya.
Selain penguatan kelembagaan, pemerintah mendorong agar santri memiliki kesempatan lebih luas untuk menempuh pendidikan, mengembangkan kemampuan, dan berkontribusi bagi masyarakat. Upaya tersebut diharapkan tetap berjalan seiring dengan pelestarian nilai-nilai keagamaan dan tradisi keilmuan yang menjadi ciri khas pesantren.
Prasetyo menegaskan, pesantren memiliki posisi penting dalam pembangunan bangsa sehingga dukungan terhadap lembaga pendidikan tersebut perlu terus diperkuat.
“Jadi, semangatnya adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga dan memperkuat pesantren sebagai salah satu pilar penting dalam membangun bangsa. Kita ingin para santri terus maju, terus berkembang, dan kelak dapat memberikan pengabdian yang semakin besar bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ucapnya.