Praktisi soal Militerisme Pendidikan Kirim Anak ke Barak: Harusnya jadi Upaya Terakhir

Jonathan Simanjuntak
Siswa menjalani pendidikan di barak militer. (Foto: @dedimulyadi71/Instagram)

"Kalau dua institusi pendidikan pokok tersebut sudah angkat tangan, yang berarti kenakalan yang sangat ekstrem, bahkan kriminal, yang tentu angkanya tidak banyak, maka intervensi dari lembaga penegakan hukum tidak bisa dihindari," ucap dia.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengaku mengirim anak-anak nakal ke barak karena adanya perubahan perilaku dan gaya hidup pelajar, khususnya di tingkat sekolah menengah pertama dan atas atau yang setara. 

Namun, mereka yang dikirim ke barak telah mendapatkan persetujuan dari orang tua.

"Anak-anak di Jawa Barat itu pola hidupnya adalah rata-rata tidurnya jam 4 pagi karena waktunya dihabiskan untuk main game online. Kemudian berdampak mereka tidak bersekolah. Mereka sering terorganisir secara sistemik melalui kekuatan media sosial melakukan pertarungan secara terbuka dan tertutup, melahirkan banyak orang yang terluka, bahkan banyak orang yang meninggal," ujar Dedi Mulyadi , Kamis (7/5/2025).

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
Nasional
30 hari lalu

KPK Hibahkan Aset Rampasan Koruptor Rp16,3 Miliar ke Pemprov Jabar, Ini Daftarnya 

Seleb
1 bulan lalu

Deddy Corbuzier Kecewa, Klaim Kakek Penjual Es Gabus Viral Tak Sesuai Fakta

Seleb
1 bulan lalu

Di Balik Empati, Dedi Mulyadi Ungkap Fakta Ketidakjujuran Kakek Penjual Es Gabus

Nasional
1 bulan lalu

Kementerian PKP segera Bangun 18 Tower Rusun Subsidi di Meikarta Tahun Ini

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal