Profil Agus Pambagio yang Bongkar Whoosh Adalah Ide Jokowi

Komaruddin Bagja
Profil Agus Pambagio. Stasiun Whoosh Karawang. (Foto: Dok. BKIP Kemenhub)

“Bukan enggak dibayar, tapi (lewat) Danantara, bukan APBN. Arahan saya maunya ke sana,” ujar Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (15/10/2025).

Purbaya menjelaskan bahwa Danantara memiliki kapasitas keuangan yang memadai untuk menanggung kewajiban tersebut. Hal itu didasarkan pada peran Danantara yang menerima dividen dari berbagai entitas BUMN, sehingga memiliki sumber pendanaan sendiri tanpa perlu mengandalkan dana negara.

“Kalau dulu kan semuanya pemerintah. Tapi ketika sudah dipisahkan, dan seluruh dividen masuk Danantara. Dia cukup mampu untuk itu (membayar utang),” tambahnya.

Sebelumnya, isu mengenai pembayaran utang proyek kereta cepat Whoosh sempat menjadi sorotan publik karena besarnya nilai kewajiban yang harus ditanggung oleh pihak konsorsium. Proyek strategis nasional ini merupakan hasil kerja sama antara Indonesia dan China, melalui konsorsium PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

Dengan penegasan tersebut, Purbaya memastikan bahwa beban keuangan proyek Whoosh tidak akan dialihkan ke APBN, melainkan tetap menjadi tanggung jawab badan usaha yang terlibat melalui skema Danantara.

Editor : Komaruddin Bagja
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Prabowo Bertemu 3 Mantan PM Thailand di Danantara, Bahas Apa?

57 tahun lalu

Danantara Resmi Merger 4 Perusahaan Aset Manajemen, Jadi yang Terbesar di Indonesia

57 tahun lalu

Purbaya Optimistis Defisit APBN 2026 Terjaga di 2,85 Persen, Ini Faktornya

57 tahun lalu

Purbaya Ungkap APBN Defisit Rp196,5 Triliun hingga Semester I 2026, Setara 0,70 Persen PDB

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal