Dadan mengutarakan bahwa realisasi anggaran untuk menjangkau puluhan juta penerima manfaat hampir mendekati Rp18 triliun atau persisnya Rp17.398 triliun per 16 Januari 2026. Secara harian, realisasi anggaran tembus di angka Rp855 miliar.
Jumlah ini naik signifikan dibanding periode sebelumnya, yakni Rp8,55 miliar untuk penggunaan dana operasional harian.
Dia juga mengatakan bahwa porsi anggaran yang dilebihkan Kementerian Keuangan era Menteri Purbaya terserap mencapai Rp55,2 triliun. Jumlah tersebut melebihi target serapan anggaran pada periode 2025, yang sebesar Rp52 triliun.
“Mungkin ini salah satu badan setara kementerian yang bisa merealisasikan anggaran sebesar itu dan ini uang turun langsung dari kantor kas negara ke SPPG dan digunakan 70 persen untuk membeli bahan baku, 20 persen untuk membiayai operasional termasuk gaji relawan dan 10 persen untuk insentif bagi mitra BGN,” ujar Dadan di dalam forum Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IX DPR RI, Selasa (20/1/2026).