Purbaya Ungkap Subsidi Motor Listrik Rp5 Juta per Unit, Berlaku Mulai Juni 2026

Anggie Ariesta
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Kamis (7/5/2026). (Foto: Arif Julianto)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah resmi mengumumkan skema subsidi kendaraan listrik terbaru sebagai upaya mempercepat transisi energi dan menekan ketergantungan pada impor bahan bakar minyak (BBM). Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menuturkan, pemerintah telah menetapkan besaran subsidi motor listrik senilai Rp5 juta per unit dengan target penyaluran sebanyak 100.000 unit.

Selain motor listrik, pemerintah juga memberikan insentif untuk mobil listrik melalui skema Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP). Besaran insentif ini bersifat dinamis, berkisar antara 40 persen hingga 100 persen, yang akan ditentukan berdasarkan kapasitas baterai kendaraan tersebut.

Purbaya yang juga menjabat Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menegaskan, kebijakan ini telah dikoordinasikan secara matang lintas kementerian guna memastikan implementasi yang efektif di lapangan.

“Untuk subsidi motor dan mobil listrik, sudah saya bicarakan dengan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dan telah kami sampaikan kepada Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Untuk motor listrik, subsidi sekitar Rp5 juta per unit, sedangkan untuk mobil disesuaikan dengan kapasitas baterainya,” ucap Purbaya dalam Konferensi Pers KSSK di Jakarta, Kamis (7/5/2026).

Terkait kesiapan fiskal, Purbaya memastikan anggaran untuk mendukung program ini sudah tersedia dan telah melalui perhitungan yang komprehensif. Program subsidi ini dijadwalkan mulai berlaku pada awal Juni mendatang.

Purbaya optimistis, peralihan konsumsi energi dari minyak ke listrik akan memperkuat daya tahan ekonomi nasional sekaligus merangsang pertumbuhan sektor industri otomotif berbasis energi bersih.

“Program ini tidak hanya memudahkan masyarakat beralih ke kendaraan listrik, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi. Yang penting adalah peralihan dari BBM ke listrik, sehingga impor BBM maupun minyak kita bisa berkurang. Ini membantu daya tahan ekonomi kita,” tuturnya.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Nasional
24 jam lalu

Purbaya Siapkan Paket Stimulus Ekonomi Kuartal II 2026: Insentif Mobil Listrik hingga Kredit Murah

Mobil
1 hari lalu

Kendaraan Listrik Bebas Pajak di Jakarta, AEML Ungkap Dampak Berantai

Mobil
2 hari lalu

5 Fakta Insentif Mobil Listrik, Nomor 3 Mengejutkan

Mobil
2 hari lalu

Pajak Mobil Listrik Nol Persen dan Bebas Ganjil Genap Masih Berlaku, Produsen Sumringah

Mobil
2 hari lalu

Akselerasi Kendaraan Listrik, Indomobil Kumpulkan Brand EV dalam Satu Atap

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal