Rakernas PA GMNI, Ahmad Basarah: Lawan Ideologi Transnasional dengan Kerja Konkret

Koran SINDO
Abdul Rochim
Ketua Umum PA GMNI Ahmad Basarah mengajak semua elemen untuk bekerja konkret melawan ideologi transnasional. (Foto: Koran SINDO/Abdul Rochim)

Ketua DPP PDIP itu menambahkan, ada tiga cara bisa dilakukan untuk melemahkan sekaligus menjajah suatu negeri; pertama dengan mengaburkan sejarah bangsa itu sendiri, kedua dengan menghancurkan bukti-bukti sejarah bangsa, dan ketiga dengan memutuskan hubungan mereka dengan para leluhur dengan mengatakan bahwa leluhur mereka bodoh dan primitif. 

“Soal menjaga dan merawat sejarah bangsa ini penting dilakukan oleh kaum nasionalis yang aktif di GMNI. Mereka tak boleh berhenti mengkaji sejarah bangsa sendiri sebagai bentuk menjaga kewaspadaan nasional demi keutuhan NKRI yang kita cintai,” kata Ahmad Basarah. 

Senada dengan Ahmad Basarah, Prof Dr HR Benny Riyanto mengatakan memori kolektif bangsa tentang sejarah Pancasila harus terus dihidup-hidupkan.

Kerja besar ini penting, kata dia, karena dalam suasana politik yang normal seperti saat ini saja sulit sekali mengajukan perundang-undangan yang bermuatan Pancasila untuk diterima, apalagi jika dalam waktu 20 – 30 tahun mendatang ketika generasi milenial yang sekarang masih remaja menjadi para pejabat dan penentu kebijakan di negeri ini.

Hakim MK Prof Arief Hidayat yang juga menjadi salah satu pembicara menyampaikan pentingnya mempertahankan ideologi bangsa dengan memanfaatkan media sosial sebagai arsenal baru.  ‘’Kita isi ruang-ruang publik media sosial dengan narasi ideologi, nilai dan konten Pancasila, konten toleransi, konten kebhinnekaan. Kita harus menjadi influencer yang menyebarluaskan ajaran Soekarno agar ajaran proklamator bangsa ini menarik untuk lintas generasi," ungkap Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2015-2018 ini. 

Rakernas PA-GMNI ini mengusung tema "Posisi Alumni GMNI Dalam Menghadapi Tantangan Pancasila di Tengah Ancaman Ideologi Trans-Nasional". Sebagian peserta mengikuti acara ini secara daring dari dalam dan luar negeri dan dari 34 Pengurus Daerah Persatuan Alumni GMNI di Indonesia, sebagian lain hadir secara fisik. Tampak hadir anggota Dewan Pertimbangan Presiden yang juga Mantan Gubernur Jawa Timur Dr Soekarwo, juga senior PNI Waluyo Martosugito dan pengusaha nasional Moerdaya Po.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
14 hari lalu

PA GMNI Soroti Ketimpangan Pusat-Daerah, Minta Pemerintah Evaluasi Tata Kelola Negara

2 tahun lalu

Megawati Tunjuk Ahmad Basarah dan Ronny Talapessy Jadi Jubir PDIP

2 tahun lalu

Ahmad Basarah Lapor ke Megawati usai Bertemu Sekjen Gerindra, Bahas Apa?

2 tahun lalu

PDIP Utus Ahmad Basarah Bertemu Cak Imin dan PKB Bahas Pilgub Jakarta

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal