“Pada akhirnya, reformasi BUMN harus memberikan manfaat yang melampaui perusahaan itu sendiri. Melalui streamlining yang tepat, disiplin alokasi modal, dan penciptaan nilai yang berkelanjutan, kita ingin membangun ekosistem BUMN yang lebih kuat, yang lebih solid, yang tidak hanya mengelola aset negara, tetapi mengoptimalkan aset tersebut untuk menghasilkan manfaat ekonomi jangka panjang untuk Indonesia,” katanya.
Sementara itu, Direktur Utama PLN, Suroso Isnandar, mengatakan bahwa penggabungan dua anak usaha sejenis, yakni PLN ES dan PLN ND menjadi subholding PLN Services adalah langkah penting untuk memperkuat sinergi dan optimalisasi bisnis O&M di lingkungan PLN Group. PLN Services akan menjadi wajah layanan PLN kepada masyarakat.
"Ini adalah bukti implementasi nyata dari arahan yang disampaikan oleh Bapak Presiden Prabowo melalui Danantara Asset Management, di mana kita akan merampingkan BUMN-BUMN yang ada. Kita akan melakukan streamlining dengan harapan, dapat membangun organisasi yang lebih lean, lebih kokoh, dan juga efisien. Bisnis yang sejenis kita satukan, kompetensi yang ada kita perkuat, dan sumber daya yang kita optimalkan untuk menghasilkan nilai tambah yang lebih besar," kata Suroso.
Suroso menilai penggabungan kedua entitas juga mempertemukan pengalaman dan keunggulan yang telah dibangun selama bertahun-tahun di berbagai wilayah Indonesia. Hal ini menjadi modal penting bagi PLN Services dalam membangun kapabilitas layanan yang lebih kuat dan menjangkau kebutuhan kelistrikan yang semakin luas.
“Kedua perusahaan ini, di mana Electricity Services telah melayani 15 tahun untuk Indonesia bagian barat, Sumatera, Jawa, Bali dan Nusadaya sudah 23 tahun melayani Indonesia bagian Timur, yaitu daerah Kalimantan hingga Papua, dan sistemnya sudah sungguh teruji. Masing-masing mempunyai keunggulan yang luar biasa,” ucapnya.