Suroso juga memastikan bahwa merger ini dilakukan tanpa adanya pemutusan hubungan kerja (PHK). Seluruh pegawai beralih tanpa pengurangan status dan hak, no one left behind.
Ke depan struktur baru PLN Services akan ditopang oleh dua pilar layanan utama. Pertama, Generation Services yang berfokus pada operasi, pemeliharaan, perbaikan pembangkit, dan penyediaan suku cadang. Kedua, Business Enablement Services yang menyediakan layanan penunjang operasional, seperti tenaga kerja, pengamanan, dan fasilitas.
Kedua pilar ini akan menjadi fondasi PLN Services dalam memperkuat layanan bagi PLN Group sekaligus mengembangkan pasar di sektor industri, pembangkit di luar PLN, energi baru terbarukan, serta pasar nasional dan regional. Perusahaan juga akan mengembangkan layanan berbasis teknologi, seperti digitalisasi, pemeliharaan prediktif, dan manajemen aset.
“Ini bagian dari upaya PLN untuk terus memperkuat bisnis, mengoptimalkan kompetensi, meningkatkan efisiensi, dan membangun layanan ketenagalistrikan yang semakin terintegrasi dari hulu hingga hilir. Tidak hanya sekadar menyatukan kompetensi dan layanan, penggabungan ini juga meningkatkan dan membuat suatu value creation, di mana konsolidasi ini akan menghasilkan nilai tambah yang sangat nyata di PLN Group,” ujarnya.