BALI, iNews.id - Rektor BINUS University, Dr. Nelly, menegaskan pentingnya adaptabilitas dan penguatan human skills bagi lulusan perguruan tinggi di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dan perubahan dunia kerja. Menurutnya, lulusan tidak cukup hanya mengandalkan keahlian teknis, tetapi juga harus mampu beradaptasi dan berkolaborasi.
Hal tersebut disampaikan Dr. Nelly dalam diskusi panel QS Higher Ed Summit Asia-Pacific 2026 bertema The Skills Advantage: Preparing Asia Pacific for the Next Economy di Bali International Convention Centre, Nusa Dua, Bali, Selasa (3/11/2026).
Diskusi tersebut dipandu oleh Chief Executive Officer (CEO) QS Quacquarelli Symonds Jessica Turner. Sejumlah panelis lainnya turut hadir, yakni Country Manager Intel Corporation Harry K. Nugraha, Head of Asia, Enterprise Coursera + Udemy Rohit Kalsy, dan President Director HP Indonesia Juliana Cen.
Dalam diskusi tersebut, Dr. Nelly menjelaskan bahwa ekspektasi dunia kerja telah mengalami pergeseran. Jika sebelumnya keahlian akademis dan teknis menjadi fokus utama, kini fleksibilitas dan kemampuan menghadapi ketidakpastian semakin dibutuhkan.
"Mungkin di awal karier, fokus saya lebih pada akademis dan keahlian teknis. Namun saat ini, saya menyadari kita harus beradaptasi lebih cepat terhadap perubahan karena kondisi yang kita hadapi penuh ketidakpastian. Kita harus membuka kapabilitas untuk berkolaborasi serta melatih diri melalui praktik di kondisi nyata," ujar Dr. Nelly.