Respons Istana soal Jurnalis Tempo Diteror Kepala Babi

Binti Mufarida
Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi merespons teror kepala babi yang dikirim kepada jurnalis Tempo. (Foto: MPI)

Hasan menegaskan pemerintah menjunjung tinggi kebebasan pers. 

"Ada yang dihalang-halangi bikin berita? Kalau nggak ada yang dihalang-halangi bikin berita, itu artinya kebebasan pers kita bagus. Ada yang di-stop buat bikin berita dan wawancara? Nggak ada. Itu artinya kebebasan pers kita bagus. Ada yang takut nggak sekarang bikin berita? Ada yang dihalang-halangi nggak untuk liputan di istana? Kan nggak. Itu artinya nggak ada kebebasan pers yang dikekang," kata Hasan.

Dia kembali menegaskan bahwa pemerintah tidak akan ikut campur mengenai kebebasan pers. 

"Pemerintah itu hanya berusaha meluruskan kalau medianya salah paham, kita luruskan. Kalau salah menulis statement, kita luruskan. sisanya nggak. Nggak ada tindakan apa-apa," ujar dia. 

Hasan mengatakan jika ada yang merasa dirugikan bisa melapor ke Dewan Pers. Apalagi, kebebasan pers telah diatur oleh UU. 

"Jadi saya rasa rasa gak usah terlalu berita yang besar karena kita nggak tahu itu dikirim oleh siapa. Dalam maksud seperti apa, kita nggak tahu. Jadi kita nggak tahu menahu soal itu. Dan tidak mau dikait-kaitkan dengan itu," tutur dia. 

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
2 hari lalu

Istana Ungkap Alasan SBY Absen Upacara HUT ke-81 RI di Istana: Sedang Medical Check Up

2 hari lalu

Wartawan Udin Bernas Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Nama Diabadikan di Aula PWI DIY

3 hari lalu

Kapolda-Pangdam Terancam Dicopot jika Gagal Tangani Karhutla, Istana Buka Suara

3 hari lalu

Pendaftaran Upacara HUT ke-81 RI Diserbu 336.000 Orang, Istana Tambah Kapasitas Tempat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal