Ribuan Rumah hingga Infrastruktur Vital di Aceh Rusak, Biaya Pemulihan Rp25,41 Triliun

Binti Mufarida
Jalur Aceh Utara-Bener Mirah usai longsor (dok. BNPB)

JAKARTA, iNews.id - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto melaporkan kerusakan infrastruktur dan permukiman akibat banjir bandang dan longsor yang melanda berbagai wilayah di Pulau Sumatra, khususnya Aceh. Laporan tersebut disampaikan saat rapat koordinasi bersama Presiden Prabowo Subianto di Aceh Besar, Aceh.

Menurut Suharyanto, tercatat 37.546 rumah warga mengalami kerusakan, mulai dari kategori rusak ringan, rusak sedang, hingga rusak berat. 

Dia menjelaskan, klasifikasi “rusak berat” juga mencakup rumah-rumah yang hilang tersapu banjir.

“Kerusakan ini meliputi rumah masyarakat yang rusak sampai 37.546 unit, baik yang rusak berat termasuk yang hilang serta rusak sedang dan rusak ringan. Penentuan kategori sedang dan ringan pun memiliki kriterianya,” ujar Kepala BNPB, dikutip Senin (8/12/2025).

Selain rumah warga, kerusakan juga terjadi pada berbagai fasilitas publik dan sektor produktif. Infrastruktur seperti jembatan, jalan, sekolah, tempat ibadah, pondok pesantren, rumah sakit, hingga puskesmas turut terdampak.

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
17 jam lalu

Buntut OTT Kasus Korupsi BNPB: KPK Sita Uang Tunai, Emas, Perhiasan, hingga 3 Unit Mobil!

22 jam lalu

KPK Geledah 8 Lokasi terkait Kasus Korupsi BNPB, Sita Uang hingga Perhiasan

3 hari lalu

Kepala BNPB Desak Pelaku Pembakaran Lahan Ditindak: Percuma Kerja Keras Selama Ini

3 hari lalu

Kepala BNPB Kristomei Minta Penanganan Karhutla di Sumsel Dievaluasi, Soroti Efektivitas Operasi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal