Secara terperinci, logistik yang dikirimkan ke Polda Aceh terdiri dari 20 unit perahu karet, 220 pelampung, 10 tenda peleton, 2 tenda dokas, 200 fieldbed, 2.000 MTP, hingga portable solar generator dan Techno WiFi.
Sementara Polda Sumut menerima 10 perahu karet, 60 pelampung, 500 jas hujan, 7 tenda peleton, 300 fieldbed, 3.000 MTP, 1.000 pack masker, 3 genset, serta 500 nasi cepat saji dan 4 unit wontek.
Sedangkan untuk Polda Sumbar, peralatan yang dikirim mencakup 3 perahu karet, 18 pelampung, 5 senso, 10 tenda peleton, 300 fieldbed, 2.000 MTP, 200 skop runcing, hingga 100 ponco coklat.
Trunoyudo menegaskan kelengkapan logistik tersebut disesuaikan dengan kebutuhan lapangan yang berkembang.
“Semua unsur kami kerahkan, dari Polisi Udara, Polair, Tim Rescue Baharkam, K9, Brimob, Logistik, hingga Forensik DVI dan Kedokteran Polri untuk memastikan bantuan yang dikirim benar-benar tepat guna,” katanya.
Untuk mendukung pendistribusian ke lokasi yang sulit dijangkau, Trunoyudo mengatakan Polri mengerahkan kapal-kapal Polair seperti Jalak 5002, Kutilang 5005, Pingwin 5011, serta kapal bantuan dari Polda Riau, dan helikopter dari berbagai polda di Indonesia.