JAKARTA, iNews.id - Akademisi Rocky Gerung mendorong Presiden Prabowo Subianto melakukan perubahan besar dalam pemerintahannya. Dia menyebut, perubahan itu sebagai radical break, yakni memutus konstruksi kebijakan yang selama ini dinilai terlalu teknokratis.
Rocky mengatakan, dorongan tersebut berkaitan dengan cara pemerintah memahami dan menerjemahkan konstitusi ke dalam kebijakan. Menurutnya, kebijakan seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) seharusnya tidak hanya dilihat dari sisi teknis pelaksanaannya.
"Kalau saya kasih kritik MBG, koperasi dan segala macam, prinsipnya adalah saya ingin Prabowo menghasilkan kebijakan yang basisnya adalah genealogi dari konstitusi. Dia enggak mampu, kalau enggak mampu, dorong dia," ujar Rocky dalam program Rakyat Bersuara bertajuk 'Rocky Vs Everybody, Bicara Program Prioritas' yang disiarkan di iNews, Selasa (22/9/2026).
Dia menambahkan, radical break yang dimaksud bukan sekadar melakukan perubahan terhadap program atau mengganti pendekatan teknis. Rocky ingin pemerintah mengubah konstruksi kebijakan dengan kembali melihat landasan ideologis yang menurutnya terkandung dalam konstitusi.
"Radical break artinya saya ingin mem-break secara radikal konstruksi teknokratiknya karena tidak sosialistis. Kalau Anda bikin radical break, Anda hadang dari depan dengan cara pasang garis ideologi," tuturnya.