"Dianggap saya membela Prabowo, saya membela pengertian konstitusi yang belum sempurna dimengerti kabinet," ucap Rocky.
Dia bahkan secara terbuka menggambarkan adanya perbedaan pandangan ideologis antara dirinya dan pemerintah.
"Saya ada di pihak sosialis, kabinetnya ada di pihak kapitalis," kata dia.
Rocky menilai perbedaan tersebut justru menjadi alasan perlunya perubahan mendasar dalam arah kebijakan pemerintah. Menurutnya, pemerintah perlu didorong agar kebijakan yang dihasilkan tidak berhenti pada kalkulasi teknokratis, tetapi juga mempertimbangkan landasan ideologis konstitusi.