Selain itu, Prabowo juga meminta agar Perjuangan para pendukungnya tidak padam karena adanya tekanan. Dia mencontohkan Neno Warisman yang tetap berani berjuang meskipun mobilnya dibakar di depan rumahnya sendiri. Karena suatu sikap dijamin oleh konstitusi di negara ini.
"Ke depan kita juga akan menghadapi tantangan dan cobaan kita kemarin kurang berhasil di beberapa daerah Jabar, Jateng, konon katanya banyak nama-nama yang nggak jelas dalam daftar pemilih. Jadi usaha untuk Roemah Djoeang sangat penting," ujar mantan Pangkostrad ini.
Ketua Roemah Djoeang Pius Lustrilanang menjelaskan, rumah pemenangan ini berasal dari kelompok relawan yang bergerak saat pemenangan Anies-Sandi di Pilgub DKI. Mereka berasal dari nonpartai dan saat ini bergabung untuk pemenangan Prabowo di pilpres.
"Kita mengandalkan para relawan. Nanti timses akan dibentuk sendiri, sama seperti perjuangan Anies-Sandi ada timses partai koalisi," kata Pius di kesempatan sama. Menurut Pius, jumlah relawan yang tergabung di Roemah Djoeang ada hampir 200 ribu dari seluruh Jakarta.
"Jadi kita bergerak yang jelas memenangkan siapapun nanti yang diputuskan partai. Yang diusung Partai Gerindra dan partai partai koalisi. Hari ini kita tetap yakin pak Prabowo, tinggal kita bicarakan wapresnya siapa," ujarnya.
Bahkan, Pius mengklaim, banyak permintaan dj daerah-daerah untuk meresmikan Roemah Djoeang ini daerag-daerah pasca diresmikannya Roemah Djoeang ini. "Kita masih konsolidasi apakah akan bergerak secara nasional atau Jakarta. Kita tunggu arahan sendiri. Kita bergerak dari tingkat RT dan mengusung suara dari RT," ujarnya.