Menurutnya, rapor pendidikan Gibran yang tersedia hanya mencakup kelas 10 dan kelas 11. Sementara, Roy menyebut rapor kelas 12 Gibran tidak ditemukan.
"Yang paling fatal tidak ada rapor tiga tahun terakhir Gibran," ujar Roy.
Selain persoalan rapor, Roy juga menyoroti dokumen pendidikan Gibran di UTS Insearch. Dia mengaku telah menemui sejumlah orang di Sydney, Australia, yang memiliki dokumen terkait pendidikan di lembaga tersebut.
Dia menyebut, dokumen yang ditemukannya berkaitan dengan program English Preparation atau persiapan bahasa Inggris selama sekitar sembilan bulan. Dia mengklaim tidak menemukan dokumen yang menunjukkan program diploma maupun foundation seperti yang dipersoalkan.
"Yang paling penting lagi, surat ijazah yang ditanyakan Prof Denny itu, ijazah UTS Insearch ini nggak ada," kata dia.
Roy juga mengaku telah bertemu dengan Eko Susanto yang saat itu menjabat Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud yang menjabat setelah pejabat yang menandatangani surat keterangan pendidikan Gibran di tahun 2019. Eko menyampaikan adanya persoalan terkait penerbitan surat tersebut.