"Sebelum pemisahan selesai, obat yang diberikan kepada satu bayi berpotensi memengaruhi saudaranya karena keduanya masih terhubung," tutur dr. Andi.
Setelah operasi, kedua bayi menjalani pemantauan intensif untuk mengawasi kondisi klinis, penyembuhan luka, asupan nutrisi, dan kemungkinan komplikasi. Pada 19 Oktober 2026, keduanya dilaporkan tidak mengalami demam dan mulai menerima cairan melalui mulut.
Meski kondisi keduanya stabil, proses pemulihan masih berlangsung. NA 1 memiliki saluran pencernaan yang terhubung hingga usus besar, sedangkan NA 2 hanya memiliki usus halus. Perbedaan anatomi tersebut membuat kebutuhan perawatan dan evaluasi medis keduanya tidak sama.
NA 2 dilaporkan mampu minum lebih cepat dan mengalami kenaikan berat badan yang lebih baik setelah operasi. Sementara itu, tim medis masih memantau fungsi pencernaan, saluran kemih, organ genitalia, serta kondisi tulang dan otot panggul kedua bayi.
Dokter spesialis bedah plastik RSCM, dr. Indri Aulia, menjelaskan bahwa penanganan rekonstruksi perlu mempertimbangkan fungsi tubuh dan kebutuhan jangka panjang pasien.