"Tahapannya dapat berlangsung seiring pertumbuhan kedua anak dan disesuaikan dengan evaluasi medis," ungkapnya.
Penanganan lanjutan mencakup evaluasi untuk menentukan kebutuhan rekonstruksi secara bertahap, termasuk penanganan saluran pembuangan apabila diperlukan. Kedua bayi juga membutuhkan rehabilitasi medik dan pemantauan tumbuh kembang.
Ayah kedua bayi, Christian Agung Yuliyanto, mengatakan dirinya dan sang istri telah mengetahui kondisi kembar siam tersebut sejak usia kehamilan 11 minggu. Setelah lahir di RSCM pada Desember 2024, kedua anak menjalani perawatan di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) selama sekitar satu bulan sebelum diperbolehkan pulang.
Sejak itu, keluarga rutin membawa kedua bayi dari Bogor ke Jakarta untuk pemeriksaan dan pemantauan tumbuh kembang. Setelah menunggu sekitar satu tahun sembilan bulan, kedua anak akhirnya menjalani operasi pemisahan pada September 2026.
"Kami sangat berterima kasih untuk Prof, Dokter, Nakes, Direksi dan Management RSCM dan semua yang terlibat yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu," ujar Christian kepada iNews.id.