JAKARTA, iNews.id - Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir perdagangan, Selasa (1/9/2026). Rupiah turun 22 poin atau 0,12 persen ke level Rp17.744 per dolar AS.
Analis pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan, salah satu sentimen datang dari eksternal yakni Timur Tengah yang kembali memanas setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan melancarkan serangan lanjutan terhadap Iran menyusul terjadinya saling serang secara langsung dan hal ini meningkatkan ketegangan dalam konflik yang sebelumnya sempat beralih menjadi kebuntuan ekonomi.
“Upaya para mediator, termasuk Qatar dan Oman, untuk menengahi kesepakatan pembukaan kembali Selat Hormuz jalur yang sebelumnya mengangkut sekitar seperlima pasokan minyak global sebelum perang pecah pada akhir Februari sejauh ini belum membuahkan hasil yang berarti,” tulis Ibrahim dalam risetnya.
Adapun, Iran menutup jalur pelayaran tersebut setelah AS dan Israel menyerang negara itu pada tanggal 28 Februari.
Sebagai gambaran mengenai risiko yang masih mengancam pelayaran dan pasokan minyak, Operasi Perdagangan Maritim Inggris Raya (UKMTO) pada hari Selasa melaporkan adanya sebuah kapal tanker yang terkena tiga proyektil saat sedang berlayar keluar dari Selat Hormuz. Tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun dampak terhadap lingkungan.