Rupiah Loyo Nyaris Rp17.000 per Dolar AS, Ini Respons Gubernur BI

Iqbal Dwi Purnama
Ilustrasi tukar uang rupiah dan dolar AS. (Foto: iNews.id)

Perry menjelaskan BI menempuh intensitas langkah stabilisasi melalui intervensi di pasar NDF baik di off-shore maupun on-shore (DNDF) dan pasar spot guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Respons kebijakan ini dapat menjaga volatilitas nilai tukar rupiah dan tetap konsisten dengan upaya pencapaian sasaran inflasi 2,5±1% pada 2026.

Dia menekankan komitmen BI menjaga stabilitas nilai tukar rupiah termasuk melalui intervensi terukur di transaksi NDF, DNDF, dan pasar spot, serta memperkuat strategi operasi moneter pro-market.

Perry memperkirakan nilai tukar rupiah akan stabil dengan kecenderungan menguat didukung oleh imbal hasil yang menarik, inflasi yang rendah, dan tetap baiknya prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Kami akan jaga stabilitas nilai tukar rupiah dan akan membawanya untuk menguat. Didukung oleh komisi fundamental ekonomi kita yang baik termasuk imbal hasil yang menarik, inflasi yang rendah, demikian juga prospek ekonomi yang membaik," kata dia.

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
Makro
21 jam lalu

BI Diprediksi Kembali Tahan Suku Bunga Imbas Pelemahan Rupiah

Nasional
1 hari lalu

Rupiah Anjlok Dekati Rp17.000 per Dolar AS, Purbaya Jelaskan Hal Ini

Nasional
2 hari lalu

Respons Purbaya soal Rupiah Loyo Nyaris Rp17.000 per Dolar AS saat IHSG Terus Ngegas

Nasional
3 hari lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Terkoreksi, Nyaris Tembus Rp17.000 per Dolar AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal