Rupiah Nyaris Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, BI Gencar Intervensi Jaga Stabilitas

Anggie Ariesta
Bank Indonesia (BI) terus melakukan intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang mendekati Rp18.000 per dolar AS di tengah tekanan global. (Foto: ilustrasi/Okezone) 

Selain intervensi, BI menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang serta memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan pelaku pasar maupun korporasi.

"Selain itu, Bank Indonesia mengelola struktur suku bunga di pasar uang dengan menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang. Koordinasi dan komunikasi dengan korporasi dan pelaku pasar terus dilakukan secara intensif," tuturnya.

Pada perdagangan Kamis (15/10/2026), rupiah dibuka melemah di tengah tekanan sentimen domestik dan ekspektasi kenaikan suku bunga acuan AS atau Fed Funds Rate (FFR) pada bulan ini.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot dibuka terdepresiasi 0,3 persen ke level Rp17.956 per dolar AS.

Sehari sebelumnya, Rabu (14/10/2026), rupiah ditutup melemah di kisaran Rp17.902 per dolar AS. Tekanan terhadap mata uang domestik dipengaruhi penguatan dolar AS, tingginya imbal hasil obligasi pemerintah AS, serta aksi jual aset portofolio oleh investor asing di pasar negara berkembang.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
2 hari lalu

Rupiah Diprediksi Melemah Hari Ini, Dolar AS Bisa Tembus Rp17.960

3 hari lalu

Loyo, Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp17.913 per Dolar AS

8 hari lalu

Cadangan Devisa RI Naik jadi 146,3 Miliar Dolar AS di September 2026, Ini Faktor Pendorongnya

9 hari lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp17.899 per Dolar AS, Ini Pendorongnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal