Selain intervensi, BI menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang serta memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan pelaku pasar maupun korporasi.
"Selain itu, Bank Indonesia mengelola struktur suku bunga di pasar uang dengan menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang. Koordinasi dan komunikasi dengan korporasi dan pelaku pasar terus dilakukan secara intensif," tuturnya.
Pada perdagangan Kamis (15/10/2026), rupiah dibuka melemah di tengah tekanan sentimen domestik dan ekspektasi kenaikan suku bunga acuan AS atau Fed Funds Rate (FFR) pada bulan ini.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot dibuka terdepresiasi 0,3 persen ke level Rp17.956 per dolar AS.
Sehari sebelumnya, Rabu (14/10/2026), rupiah ditutup melemah di kisaran Rp17.902 per dolar AS. Tekanan terhadap mata uang domestik dipengaruhi penguatan dolar AS, tingginya imbal hasil obligasi pemerintah AS, serta aksi jual aset portofolio oleh investor asing di pasar negara berkembang.