JAKARTA, iNews.id - Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) pada pekan pertama Januari 2026 ditutup dengan tren pelemahan. Berdasarkan data pasar spot, mata uang Garuda ditutup terkoreksi 0,13 persen ke level Rp16.819 per dolar AS.
Jika diakumulasikan selama sepekan, Rupiah tercatat telah melemah sebesar 0,55 persen dibandingkan posisi akhir pekan lalu yang berada di level Rp16.725 per dolar AS.
Kondisi yang sama juga tercermin pada kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia yang melemah 0,20 persen ke posisi Rp16.834 per dolar AS.
Bank Indonesia (BI) memantau bahwa pergerakan nilai tukar saat ini sangat dipengaruhi oleh dinamika pasar keuangan global yang ditandai dengan penguatan indeks dolar AS (DXY) ke posisi 98,93.
Di sisi lain, imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) dalam negeri justru merangkak naik, yang mengindikasikan adanya tekanan di pasar obligasi.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso menjelaskan, rincian pergerakan tersebut berdasarkan data harian per Kamis dan Jumat pekan ini.
“Pada saat yang sama, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun tercatat naik ke level 6,05 persen,” kata Denny dalam keterangannya.