Rupiah Sepekan Anjlok ke Rp16.819 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

Anggie Ariesta
Nilai tukar rupiah tercatat telah melemah sebesar 0,55 persen dalam sepekan ke level Rp16.819 per dolar AS. (Foto: Dok. iNews)

Memasuki hari terakhir perdagangan pekan ini, tekanan terhadap Rupiah belum mereda. Kenaikan biaya pinjam pemerintah (yield) terus berlanjut seiring dengan melemahnya nilai tukar saat pembukaan pasar.

“Memasuki perdagangan pagi hari Jumat (9/1/2026), rupiah dibuka melemah di level Rp 16.815 per dollar AS, diiringi kenaikan yield SBN 10 tahun ke level 6,15 persen,” tuturnya.

Meskipun yield US Treasury (UST) tenor 10 tahun di pasar global terpantau turun ke level 4,167 persen, penguatan indeks dolar AS tetap menjadi sentimen utama yang menekan mata uang negara berkembang, termasuk Rupiah.

BI diprediksi akan terus berada di pasar untuk memastikan volatilitas tetap terjaga melalui langkah-langkah intervensi jika diperlukan guna menjaga stabilitas moneter nasional.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Nasional
21 hari lalu

BI Ungkap Guyuran Dana Rp200 Triliun Belum Mampu Turunkan Bunga Kredit

Nasional
26 hari lalu

BI Proyeksi Dampak Bencana Sumatra Pangkas PDB Nasional 0,017%  

Nasional
26 hari lalu

Purbaya Utus Wamenkeu Suahasil Hadiri RDG BI Akhir Tahun

Nasional
5 hari lalu

Cadangan Devisa RI Naik Jadi 156,5 Miliar Dolar AS per Desember 2025, Ini Penyebabnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal