Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Ungkap Strategi Jaga Stabilitas Nilai Tukar

Anggie Ariesta
BI memperkuat stabilisasi lewat triple intervention dan insentif instrumen hedging usai nilai tukar rupiah menembus Rp18.000 per dolar AS. (Foto: ilustrasi/Okezone) 

Kenaikan yield tersebut turut memicu arus keluar dana dari portofolio negara-negara berkembang. Dari sisi domestik, tekanan terhadap rupiah juga dipengaruhi meningkatnya kebutuhan valas importir menjelang akhir kuartal III.

"Tekanan nilai tukar juga didorong oleh kebutuhan valas importir menjelang akhir triwulan III, serta arus keluar dana dari portofolio aset negara emerging markets di tengah kenaikan yield obligasi," kata dia.

Merespons pelemahan rupiah hingga menembus Rp18.000 per dolar AS, BI menegaskan akan terus menjaga stabilitas pasar valas melalui triple intervention.

"Intervensi akan terus dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan DNDF di pasar domestik, disertai pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder," ucapnya. 

Selain intervensi di pasar, BI juga memperkuat stabilisasi melalui peningkatan insentif untuk instrumen Swap dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) lindung nilai atau hedging. Langkah tersebut ditujukan untuk mendukung pendanaan luar negeri.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
7 jam lalu

IHSG Hari Ini Dibuka Kembali Melemah, Nilai Transaksi Sentuh Rp775 Miliar

9 jam lalu

Rupiah Rentan Melemah terhadap Dolar, Destry Beberkan Biang Keroknya

2 hari lalu

Geledah BPN Jatim, KPK Temukan Uang Asing hingga Ratusan Juta Rupiah

4 hari lalu

Diburu Kolektor, BI Cetak Lagi Rupiah Bertanda Tangan Perry Warjiyo dan Purbaya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal