"Bank Indonesia terus hadir di pasar untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dan stabilitas nilai tukar Rupiah terjaga sesuai fundamentalnya," tuturnya.
BI juga mengelola struktur suku bunga di pasar uang melalui penguatan strategi operasi moneter pro-market. Kebijakan tersebut dilakukan bersamaan dengan upaya menjaga kecukupan likuiditas dan memperkuat efektivitas stabilisasi nilai tukar.
"Selain itu, Bank Indonesia mengelola struktur suku bunga di pasar uang dengan penguatan strategi operasi moneter pro-market. Efektivitas stabilisasi nilai tukar juga diperkuat dan kecukupan likuiditas dijaga dengan meningkatkan insentif untuk instrumen Swap dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) Lindung Nilai kepada Bank Indonesia dalam rangka pendanaan luar negeri," kata Erwin.
Di tengah gejolak global, BI menilai pergerakan rupiah secara umum masih sejalan dengan mata uang kawasan. Pelemahan rupiah tercatat relatif terbatas sebesar 0,67 persen secara quarter-to-date (qtd).
Sementara itu, ketahanan ekonomi nasional masih ditopang posisi cadangan devisa yang meningkat menjadi 146,5 miliar dolar AS pada akhir Agustus 2026.