Rupiah Terancam Anjlok ke Rp17.590, Harga Minyak Dunia jadi Biang Kerok

Rohman Wibowo
Ilustrasi rupiah diprediksi melemah pada Jumat (11/9/2026). (Foto: iNews.id)

Situasi tersebut ikut membuat pelaku pasar bersikap defensif. Perhatian investor juga tertuju pada rilis data Indeks Harga Produsen (PPI) AS serta inflasi Indeks Harga Konsumen (CPI) pada Jumat.

Data inflasi tersebut dinantikan untuk memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan The Fed pada pertemuan pekan depan dalam meredam tekanan harga.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar saat ini telah memperhitungkan peluang sekitar 60 persen bagi bank sentral AS untuk menaikkan suku bunga acuannya.

Kenaikan harga minyak mentah dunia akibat konflik di jalur pelayaran strategis turut meningkatkan risiko terhadap kondisi fiskal Indonesia.

Kebutuhan pasokan energi impor dengan harga lebih tinggi berpotensi meningkatkan permintaan dolar AS. Kondisi tersebut sekaligus dapat memperlebar defisit fiskal pemerintah.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
2 hari lalu

Perkasa, Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp17.511 per Dolar AS

3 hari lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp17.632 per Dolar AS, Ini Pendorongnya

8 hari lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp17.679 per Dolar AS, Ini Pendorongnya

9 hari lalu

Masih Loyo, Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp17.763 per Dolar AS 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal