Dia berterima kasih kepada rekan hingga keluarga tercinta, termasuk almarhum ayahnya, KH Muchtar Husein.
"Hampir seluruh kemampuan saya berdiri di atas mimbar, menyampaikan pidato, menyampaikan lisan dan tulisan adalah hasil didikan melihat beliau sebagai penceramah di masjid kota maupun kampung, juga mengintip beliau di universitas dan sekolah," tutur dia.
"Sesaat sebelum beliau meninggal, dia minta saya mengurus buku-buku yang jumlahnya sangat banyak sepeninggal beliau dan yang kedua beliau ingin saya menuntaskan Guru Besar dan Alhamdulillah saya peroleh hari ini," imbuhnya.
Setelah pidato ditutup, Uceng langsung menjalani prosesi pengukuhan guru besar yang ditandai dengan pengalungan samir oleh Ketua Dewan Guru Besar UGM dan jajarannya.