Said Aqil hingga Anggia Ermarini Respons Isu Kebebasan Beragama di Dunia

Felldy Aslya Utama
Para pembicara dan delegasi Konferensi Internasional Islam dan Kebebasan Beragama ke-7 berfoto bersama di lokasi acara, Jakarta, Senin (11/11/2019). (Foto: iNews.id).

Menurut Said Aqil, tidak ada istilah 'umat Islam' dalam Alquran. Yang ada adalah 'ummatan wasathon".

Nabi Muhammad SAW membangun Madinah juga bukan atas dasar agama maupun etnis. Karena itu, sangat berbahaya orang yang membela Islam dengan cara yang salah. Bahkan lebih berbahaya daripada orang yang memusuhi Islam," ujar Said.

Terkait Ahmadiyah, Said menekankan agar ada keterbukaan dari kalangan Ahmadiyah. "Kita bisa salat di masjid Ahmadiyah, begitu juga sebaliknya. Selama ini kita melihat Ahmadiyah masih tertutup. Saya tidak membahas teologi, tapi mari saling mu'asyaroh bil ma'ruf," ucapnya.

Sedangkan merespon isu pemurtadan, pimpinan puncak ormas Islam terbesar dunia ini mengatakan jika orang pindah agama secara individual tidak jadi soal. "Yang bermasalah itu kalau sudah menjadi gerakan, seperti yang pernah terjadi di era Abu Bakar As-Shiddiq," tuturnya.

Editor : Zen Teguh
Artikel Terkait
6 hari lalu

Cerita Menteri Jerman Kagumi Toleransi Beragama di Indonesia: Kita Bisa Belajar

10 hari lalu

Jadi Pelatih Timnas Prancis, Zinedine Zidane Diperdebatkan karena Beragama Islam

13 hari lalu

Wakaf Saham Masjid Istiqlal Tak Pakai Uang Kas, Kemenag Ungkap Skemanya

14 hari lalu

Kemenag soal Wakaf Saham Masjid Istiqlal Masuk Bursa Efek: Bukan IPO

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal