Said juga menyoroti mekanisme penunjukan pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang menurutnya tidak melalui proses persaingan terbuka.
"Coba bayangkan Rp300 sekian triliun, SPPG itu penunjukan langsung semua sebenarnya. Karena tidak ada persaingan apa pun, akhirnya penunjukan langsung," katanya.
Menurut dia, pada akhirnya orang-orang dekat dengan kekuasaan yang diuntungkan dalam model penunjukan semacam itu.
"Setiap penunjukan langsung pasti yang akan dapat adalah orang yang dekat dengan kekuasaan yang bisa berhubungan. Pasti," tuturnya.