Saksi BPN Ungkap NIK Rekayasa di Bogor, Tak Tahu Prabowo yang Menang

Aditya Pratama
Saksi dari pihak pemohon Idham Amiruddin (kanan) di sidang lanjutan PHPU Pilpres 2019 di gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu (19/6/2019). (Foto: Antara/Hafidz Mubarak A).

"Ya tertinggi di Bogor, 430 lebih. Ini tertinggi di Indonesia. (NIK siluman) itu 56.832. Itu banyak ditemukan di Bengkulu. Tapi saya lupa berapa jumlahnya," kata Idham.

Untuk jumlah pemilih ganda, Idham mencari data tersebut berdasarkan kesesuaian nama dan tanggal lahir pemilih. Dia mencari jumlah pemilih ganda berdasarkan tiga suku kata bersamaan dan lahir di tanggal yang sama.

"(Temuan duplikasi tanggal lahir) dua juta, (persebaran terbanyak) di Papua kalau saya tidak salah," ujar dia.

Idham mengaku tidak berhasil mendapatkan NIK rekayasa dan NIK siluman karena data yang dimiliki rusak. Dia menyebut Provinsi Gorontalo, Nusa Tenggara Timur, dan Maluku gagal didapatkannya. Selain itu, dia menyebut TPS di Sulawesi Selatan menjadi lumbung NIK rekayasa.

"Jadi ada TPS mengandung NIK rekayasa. Lumbungnya di Sulawesi Selatan. Itu tergambar jelas, ada yang tanggal bulannya salah, terbalik, ada NIK laki-laki perempuan," ucap Idham.

Editor : Zen Teguh
Artikel Terkait
9 jam lalu

MK Lanjutkan Sidang soal Syarat Ijazah Gibran Hari Ini, Bawaslu Siap Beri Keterangan

21 jam lalu

Rocky Gerung Wanti-Wanti Konsekuensi Gugatan Ijazah Gibran Dikabulkan MK: Bisa Krisis Politik

21 jam lalu

Gerindra Ungkap Visi Prabowo Ingin Jadikan Indonesia Petarung Global

22 jam lalu

Rocky Gerung Tegaskan Tak Bela Prabowo: Gue Membela Pengertian Konstitusi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal