"Kita memang belum tahu. Memang saya amati bulan Mei kemudian bulan Juli. Jadi saya di karantina ini tidak kemana-mana sesuai dengan anjuran pemerintah, sesuai dengan permintaan Presiden Jokowi," katanya.
Selama karantina, SBY mengungkapkan, bisa menonton TV siang dan malam di rumah. "Berjam-jam lebih banyak dibanding saya jadi presiden dulu sehingga saya bisa mengamati negara demi negara, benua demi benua, ada yang tadinya sudah declining kembali mendatang. Yang tadinya mendatar bahkan sekarang meningkat lagi. Artinya belum bisa kita katakan bahwa entah 6 bulan lagi, entah setahun lagi akan berakhir pandemi ini," tuturnya.
SBY mengatakan, semua tentu berharap agar vaksin bisa segera ditemukan, diproduksi dan didistribusikan untuk manusia sedunia. Meski produksi vaksin membutuhkan waktu.
"Itu ada persoalan produksi dan distribusi, siapa yang dapat duluan, siapa yang belakangan lantas sejauh mana vaksin itu betul-betul ces pleng, bisa mencegah tidak muncul lagi sebaran virus, itu juga kita belum tahu. Oleh karena itu menurut saya lebih bagus kita mengatakan ini masih panjang perang ini," ujarnya.