"Sementara, jika sistem proporsional terbuka yang dianut, rakyat bisa memilih partainya, bisa memilih orang yang dipercayai bisa menjadi wakilnya, atau keduanya, partai dan orangnya," tuturnya.
Menurutnya, warga perlu mendapat penjelasan perbedaan sistem pemilu itu. Pasalnya, masyarakat merupakan pihak yang berdaulat dalam pemilu.
"Inilah jiwa dan nafas dari sistem demokrasi," tutur SBY.