Setiap tahun, Kemenag berkomitmen membuka pendaftaran bagi calon mahasiswa yang berminat melanjutkan pendidikan di Al-Azhar Asy-Syarif. Mahasiswa yang lolos tahapan seleksi juga akan mengikuti program peningkatan kemahiran bahasa Arab sebagai persiapan untuk menempuh pendidikan di tingkat universitas.
Menag menyampaikan peluang kolaborasi dapat dikembangkan melalui sejumlah program, seperti twinning program, kelas jarak jauh, double degree, penelitian bersama (joint research), perpustakaan bersama (joint library), dan seminar bersama. Berbagai skema tersebut menjadi peluang pengembangan kerja sama untuk memperluas hubungan akademik kedua pihak.
Wakil Grand Syekh Al-Azhar, Syekh Ayman Abdel Ghany menekankan pentingnya penguatan hubungan antara Kemenag dan Al-Azhar. Kolaborasi kedua lembaga diharapkan membuka ruang pengembangan kerja sama yang lebih luas, termasuk di bidang pendidikan, pelatihan, dakwah, dan penelitian.
Melalui kemitraan tersebut, Kemenag berharap hubungan akademik dengan Al-Azhar semakin kuat dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan mutu pendidikan tinggi Islam.
Selain memperjelas jalur studi mahasiswa Indonesia di Mesir, kerja sama ini diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan riset, publikasi ilmiah, pertukaran keilmuan, serta perluasan akses pembelajaran bagi perguruan tinggi Islam di Indonesia.