JAKARTA, iNews.id - Sejarah kemunculan Gunung Anak Krakatau tak bisa dilepaskan dari kisah 'sang ibu' yakni Gunung Krakatau yang meletus dahsyat pada 1883. Amukan luar biasa Krakatau tersebut mengubah sekaligus menghancurkan sebagian besar tubuh gunung api itu.
Puluhan tahun kemudian, aktivitas vulkanik kembali muncul di kawasan tersebut. Dari dasar laut, material vulkanik perlahan menumpuk dan membentuk gunung api baru yang kemudian dikenal sebagai Gunung Anak Krakatau.
Berawal dari Letusan Dahsyat Krakatau
Kisah Anak Krakatau bermula dari erupsi besar kompleks Gunung Krakatau pada 1883. Smithsonian Global Volcanism Program mencatat letusan tersebut menyebabkan runtuhnya kaldera dan menghancurkan kerucut Gunung Danan serta Gunung Perbuwatan, dan menyisakan bagian dari Gunung Rakata.
Letusan itu juga memicu tsunami besar yang menerjang pesisir Jawa dan Sumatra. Lebih dari 36.000 orang meninggal dunia, dengan sebagian besar korban disebabkan tsunami yang menyapu kawasan pesisir.
Setelah bencana tersebut, kawasan bekas tubuh Krakatau memasuki masa relatif tenang. Namun, aktivitas vulkanik tidak benar-benar berakhir.