Sejarah Munculnya Gunung Anak Krakatau, Lahir dari Bawah Laut usai Sang Ibu Mengamuk Dahsyat

Reza Fajri
Gunung Anak Krakatau (dok. ESDM/PVMBG)

Sejak saat itu, gunung api tersebut terus berada dalam fase konstruksi, yakni proses membangun dan memperbesar tubuh gunung melalui aktivitas vulkanik.

Sejumlah catatan sejarah dan literatur geologi kemudian menyebut kemunculan daratan permanen Anak Krakatau berlangsung sekitar 1930. Perbedaan penyebutan tahun tersebut berkaitan dengan proses kemunculannya yang berlangsung bertahap, bukan seperti sebuah pulau yang langsung terbentuk dalam satu letusan.

Dari sinilah nama Anak Krakatau digunakan untuk menyebut gunung api baru yang tumbuh di dalam kaldera Krakatau.

Setelah muncul di atas permukaan laut, Anak Krakatau tidak berhenti tumbuh. Aktivitas erupsi yang berlangsung berulang membuat tubuh gunung terus bertambah tinggi dan volumenya semakin besar.

Penelitian yang diterbitkan dalam Indonesian Journal of Geology menyebut Anak Krakatau tumbuh cepat sejak kemunculannya. Dalam periode 1930 hingga 2005, ketinggiannya mencapai sekitar 315 meter dengan rata-rata pertumbuhan sekitar empat meter per tahun.

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
4 hari lalu

Gunung Anak Krakatau 3 Kali Erupsi Pagi Ini, Warga Dilarang Dekati Zona Bahaya

5 hari lalu

Gunung Anak Krakatau Erupsi 3 Kali dalam 9 Menit, Warga Dilarang Mendekat Radius 5 Km

5 hari lalu

Gunung Anak Krakatau Erupsi Pagi Ini, Status Siaga

11 hari lalu

Gunung Anak Krakatau Semakin Diperketat Imbas Puluhan Wisatawan Terobos Bahaya demi Selfie!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal