Sejarah Perayaan Imlek di Indonesia : Dilarang di Orde Baru, Diizinkan oleh Gus Dur

Okezone
Pedagang pernak-pernik Imlek (Foto : MNC)

Kebijakan tersebut menimbulkan pro kontra di kalangan etnis Tionghoa, khususnya penganut Konghucu, Imlek dianggap hari raya keagamaan dan Imlek berkaitan dengan lahirnya Konfusius. Namun, bagi sebagian masyarakat Tionghoa lainnya, Imlek tidak lebih dari tradisi budaya, khususnya etnis Tionghoa yang memeluk agama Islam, Kristen dan Katholik.

Mulai tahun 2003, Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri memutuskan bahwa Imlek dijadikan hari libur nasional. Hal ini diumumkan Megawati saat menghadiri perayaan Imlek 2553 pada Februari 2002.

Sejak saat itu, klenteng-klenteng atau vihara-vihara mulai ramai dikunjungi oleh etnis Tionghoa untuk melakukan sembahyang dan mengadakan ritual adat.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq
Artikel Terkait
8 hari lalu

Pengumuman! Ziarah Makam Gus Dur Dibuka 24 Jam selama Muktamar NU 27-31 Agustus

16 hari lalu

Jelang HUT ke-81 RI, Mobil Kepresidenan Era Soeharto hingga Gus Dur Mejeng di Istana

2 bulan lalu

Mendikdasmen Kenang Jasa Soeharto: Jadi Fondasi Penting Majukan Pendidikan

2 bulan lalu

Universitas Trilogi-Kemendikdasmen Gelar Lomba Gambar Sketsa Soeharto Terbanyak, Pecahkan Rekor MURI

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal