Untuk menyediakan ruang belajar sementara, dua ruang Sekolah Darurat didirikan di SMPN 5 Aesesa. Satu ruangan difungsikan sebagai perpustakaan, sedangkan satu ruangan lainnya digunakan sebagai kelas.
Setelah ruang belajar sementara tersedia, siswa langsung memanfaatkannya untuk mengerjakan ujian. Mereka juga memperoleh edukasi mitigasi gempa bumi dengan materi yang disampaikan secara sederhana dan mudah dipahami.
"Kami ada nyanyi-nyanyi tentang ketika gempa kita harus melindungi kepala supaya bangunan tidak jatuh terkena kepala," ujar Anjelo.
Anjelo mengatakan keberadaan ruang belajar sementara membuat kegiatan belajar lebih nyaman di tengah kondisi pascagempa.