Senat AS Sahkan UU Terkait Perlakuan China Terhadap Muslim Uighur

Nathania Riris Michico
Sekitar 1 juta orang Uighur, Kazakh, dan Muslim lainnya diperkirakan ditahan di kamp-kamp interniran yang dijaga ketat militer China. (FOTO: AP/Ng Han Guan)

Pemerintahan Presiden Donald Trump menetapkan China sebagai saingan strategis bagi kepentingan AS dan kedua pesaing raksasa itu berada di tengah-tengah perang dagang dan tarif.

Wilayah Xinjiang merupakan rumah bagi sekitar 10 juta warga Uighur.

Kelompok Muslim Turki, yang membentuk sekitar 45 persen dari populasi Xinjiang, sejak lama menuding otoritas China melakukan diskriminasi budaya, agama dan ekonomi.

Menurut laporan PBB, sekitar 1 juta orang, atau sekitar 7 persen dari populasi Muslim di wilayah Xinjiang China, kini dipenjara dalam kamp pendidikan ulang yang terus berkembang.

Dalam sebuah laporan September lalu, Human Rights Watch menuduh pemerintah China melakukan kampanye sistematis pelanggaran hak asasi manusia terhadap Muslim Uighur di Xinjiang.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
6 jam lalu

Abdul El Sayed Muslim Pertama Jadi Senator AS, Tuduhan Ekstremis Islam Tak Mempan

16 jam lalu

Daftar Negara Bagian AS yang Direbut Demokrat dari Republik dalam Pemilihan Senator

1 hari lalu

Breaking News: Partai Demokrat AS Menang Kuasai DPR dan Senat, Geser Republik

2 hari lalu

RI-China Perkuat Kerja Sama Sektor Pertanian, Kembangkan Bawang Putih hingga Durian

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal