September Jadi Puncak Karhutla, Pemerintah Maksimalkan Operasi Modifikasi Cuaca dan Water Bombing 

Felldy Aslya Utama
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau, semakin sulit dikendalikan. (Foto: iNews).

Selain OMC, pemerintah tetap mengandalkan water bombing dan pengerahan pasukan darat untuk menangani Karhutla.

Raja Antoni meminta penempatan pasukan disesuaikan dengan wilayah yang memiliki banyak titik panas atau hotspot. Pergantian personel juga perlu dilakukan untuk menjaga kondisi fisik pasukan selama menjalankan tugas di lapangan.

Selain itu, Kemenhut juga berupaya memperkuat penanganan Karhutla melalui mekanisme Bantuan Kendali Operasi (BKO).

Penambahan personel tersebut diharapkan dapat memperkuat pasukan yang sudah berada di lapangan, khususnya selama periode puncak Karhutla pada September.

"Termasuk kami juga di Kementerian Kehutanan berusaha untuk melakukan BKO sekitar 1.000 orang lebih, bertambah," ucapnya.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
1 hari lalu

BNPB: 4 Petugas Gugur saat Padamkan Karhutla Bromo

1 hari lalu

WALHI Soroti Penanganan Karhutla, Dorong Tanggung Jawab Lintas Sektor Diperkuat

1 hari lalu

5 Publik Figur Galang Bantuan Korban Karhutla, Donasi Terkumpul hingga Ratusan Juta

1 hari lalu

BMKG: Asap Karhutla Mulai Menjauh dari Jabodetabek

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal