Pada malam harinya, Cultural Night menghadirkan beragam kesenian nusantara, mulai dari Rampak Bedug Banten, Tarian Empat Etnis Sulawesi, Rapai Geleng Aceh, Nandak Ajer Betawi, hingga Tari Kecak Bali. Pertunjukan dikemas dengan konsep teatrikal dan mengangkat tema “Trihitakarana Jaga Dhita Nusantara”.
Pada Selasa (22/9), peserta mengikuti workshop bertajuk “Artificial Intelligence for the Advancement of Research and Scientific Inquiry” yang menghadirkan Prof. Yasser Elshayeb. Kegiatan tersebut dilengkapi sesi tanya jawab, hand coaching, dan ulasan terhadap hasil peserta. Expo Komunitas Masisir dalam bidang sains dan pendidikan turut hadir dalam rangkaian workshop.
Seluruh rangkaian SI PPI Dunia ke-18 kemudian ditutup melalui Grand Closing dan Gala Dinner di Gedung Kedutaan Besar Republik Indonesia, Kairo, pada Rabu (23/9). Agenda penutupan diisi penampilan budaya, sambutan, PPID Awards, pengumuman pemenang International Symposium Competition 2026, serta Gala Dinner.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, SI PPI Dunia ke-18 menjadi ruang pertemuan bagi pelajar Indonesia dari berbagai negara untuk bertukar gagasan, memperluas jejaring, dan membangun kolaborasi yang diharapkan dapat terus berlanjut setelah kegiatan berakhir.