Badan Lingkungan Nasional Singapura (NEA) meminta dokumen dan klarifikasi mengenai komitmen perusahaan dalam mencegah serta memadamkan titik api di lahan konsesi masing-masing.
Di tengah perkembangan tersebut, Rosan menegaskan komunikasi antarpemerintah tetap berjalan. Menurut dia, koordinasi dengan Singapura diperlukan agar penanganan persoalan lingkungan dapat berjalan seiring dengan penguatan hubungan ekonomi dan investasi.
"Kebetulan saya kemarin juga bertemu dengan Menteri Luar Negeri Singapura, dan menyampaikan bahwa komitmen untuk baik itu investasi maupun hal-hal lainnya itu tetap siap, tetap terbuka. Kita juga akan lebih memperkuat lagi dalam rangka koordinasi kerja sama agar peningkatan investasi ini bisa makin meningkat," kata Rosan.
Rosan menambahkan, Indonesia terbuka untuk bertukar pandangan dan menerima masukan dari Singapura. Dia berharap kedua negara dapat menemukan ruang kolaborasi yang mendukung kepentingan bersama, termasuk dalam penanganan karhutla.
"Dan saya pun terbuka berbicara untuk mendapatkan masukan, feedback juga dari pihak mereka, dari kita pun memberikan masukan apa yang kita bisa kolaborasikan bersama agar kepentingan baik Indonesia dan negara-negara tetangga ini bisa lebih rata meningkat ke depan," tuturnya.