Siswa SD ke Sekolah Pakai Rakit Gabus, Komisi X DPR: Banyak Juga yang Lewat Tepi Jurang

Felldy Aslya Utama
Wakil Ketua Komisi X DPR Dede Yusuf menyoroti siswa SD harus menyeberangi sungai dengan rakit yang terbuat dari gabus demi bisa ke sekolah. (Foto MPI)..

Menurut dia, pemerintah daerah (Pemda) juga punya tanggung jawab dalam hal infrastruktur pendidikan di wilayahnya. Dede menganggap, kurangnya pendataan dan pemetaan lokasi menjadi salah satu sebab masih banyak ditemukannya anak-anak yang kesulitan ketika berangkat dan pulang sekolah.

“Pemerintah daerah sangat penting sekali untuk membuat mapping atau database terkait proses berangkat dan pulang ke sekolah. Agar tidak lagi terjadi anak-anak SD bergelantungan untuk menyeberang sungai kemudian seperti yang terjadi di Luwu,” ujarnya.

Dia mengatakan, sekolah yang sulit dijangkau untuk dipindahkan ke lokasi yang mudah diakses. 

"Lalu kemudian tentunya adalah sekolah yang sudah tidak layak jangan lagi dipergunakan sebagai sekolah, harus segera dipindahkan ke sekolah baru," katanya.

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
Nasional
6 hari lalu

98 Sekolah di Aceh Beroperasi Hari Ini usai Dibersihkan Polri dan Masyarakat

Nasional
6 hari lalu

Kemendikdasmen Kirim 17.073 Papan Tulis Digital ke Sekolah-Sekolah di Sumut

Nasional
6 hari lalu

Mendikdasmen Sebut 1.157 Sekolah di Sumut Siap Beroperasi Besok usai Bencana

Nasional
10 hari lalu

Prabowo Setuju Normalisasi Sungai Aceh via Laut: Kita Bikin Operasi Besar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal