"Tahapannya adalah kalau sudah pernah mendapat SP (Surat Peringatan) 1, kita tingkatkan ke SP 2, SP 2 itu sampai dia tidak naik kelas. Lalu SP 3 dia kita keluarkan, kita kembalikan ke orang tuanya," tutur Rohmani.
Sekolah sendiri berkoordinasi dengan para alumni untuk memantau jejaring media sosial siswa. Sebab menurut dia, aktivitas para siswa di luar sekolah digerakkan pula oleh para alumni.
"Kami memantau pertama melalui jejaring media sosial alumni, karena ini sebenarnya anak-anak digerakkan juga oleh aliansi alumni juga aliansi SMK-SMK yang menjadi gabungan, jadi tidak berdiri sendiri," katanya.
Sejak pagi, sekolah telah melakukan razia pada tas yang dibawa seluruh siswa. Pemeriksaan berlangsung di tiap kelas yang diisi siswa laki-laki.
Sempat didapati dua batangan besi dari salah satu tas siswa, namun setelah diklarifikasi rupanya batangan besi digunakan untuk praktek sekolah.
"Ternyata itu buat praktek di sekolah," katanya.