“Apa lagi ketika pesawat dicancel, sehingga kami harus mencari alternatif transportasi. Karena kesibukan juga akhirnya mengambil kereta tengah malam yang tiba di Jember jam 3 pagi dan jam 8 harus langsung kuliah. Penuh perjuangan pokoknya dan kami menikmati hal itu,” tuturnya.
Ia dan suami pun merasa bersyukur karena selama menempuh kuliah dibimbing oleh dosen-dosen yang ramah dan banyak memberikan solusi, serta kemudahan setiap persoalan yang dihadapi oleh mahasiswa.
“Kami menikmati studi karena memang tujuan kami mau belajar apa lagi ditunjang juga oleh dosen Fakultas Hukum yang sangat kekeluargaan yang sangat terbuka sehingga kami betah,” tutup dia.