Soal Kurva Melandai Covid-19, Ini Penjelasan Gugus Tugas

Felldy Aslya Utama
Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. (Foto: BNPB).

JAKARTA, iNews.id – Data pergerakan kasus Covid-19 menjadi sorotan publik. Sempat dinyatakan kurva pasien terkonfirmasi positif melandai, pemerintah kemarin justru menyebut data masih fluktuatif.

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menjelaskan tentang kurva melandai tersebut. Berdasarkan data pada laman covid19.go.id, kurva melandai merujuk pada data mingguan dari 10 provinsi terbanyak kasus positif virus corona di Indonesia.

“Jadi sebenarnya yang dimaksud kurva melandai ini sebuah tren yang dilihatnya tak bisa harian, namun mingguan. Apabila tren mingguan makin lama makin menurun, tidak harus banyak tetapi menurun terus, itulah yang disebut melandai,” kata Wiku di Jakarta, Senin (11/4/2020).

Dia menegaskan, gambaran kurva tidak melandai, namun konteks laju penambahannya yang menurun. Otomatis jumlah kumulatif stagnan dan landai. Kurva melandai juga tidak bisa diinterpretasikan berakhir karena data baru satu minggu.

Dia mencontohkan DKI Jakarta. Sempat tinggi pada April, kemudian menurun, dan akhirnya naik lagi. Kenaikan ini bisa saja karena test yang dilakukan untuk mendeteksi Covid-19 banyak.

Editor : Zen Teguh
Artikel Terkait
16 hari lalu

Mantan Bintang Arsenal Terancam 5 Tahun Penjara Gegara Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu

20 hari lalu

Kasus Influenza A Mulai Meningkat, Lebih Bahaya dari Covid-19?

25 hari lalu

Warning! Kekeringan di Jakarta Berlanjut Hingga 20 September 2026

26 hari lalu

Gempa M5,9 Guncang Kepulauan Seribu Jakarta, Getaran Terasa hingga Bandung dan Malang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal