Bahkan, PT KAI (Persero) selaku pemegang saham mayoritas dari konsorsium KCJB, diperkirakan harus menanggung beban bunga utangnya saja sekitar Rp2 triliun per tahun.
Pada kesempatan itu, AHY mengatakan pihaknya juga telah bertemu dengan Menteri Keuangan, Menteri Perhubungan, hingga CEO Danantara untuk membahas proyek kereta cepat. Hasil pertemuan tersebut lebih berfokus pada penyelesaian beban utang Whoosh terlebih dahulu ketimbang membangun proyek Kereta Cepat sampai Surabaya.
"Terkait dengan kereta cepat, kita ingin memastikan dulu kereta cepat Jakarta Bandung ini benar-benar bisa berjalan optimal," kata Ketua Umum Partai Demokrat itu.
"Beberapa waktu lalu saya duduk dengan Menteri Keuangan, dan CEO Danantara, termasuk Menteri Perhubungan, untuk membahas restrukturisasi keuangan KCJB. Karena itu membutuhkan langkah berikutnya, kalau kita ingin mengembangkan kereta cepat Jakarta Surabaya," ujar AHY.